Ini bukan fiksi ilmiah atau kisah kartun ini sejarah nyata. Pada akhir abad ke-19 di Afrika Selatan, seekor babon chacma bernama Jack dipekerjakan secara resmi oleh perusahaan kereta api sebagai pemberi sinyal. Bukan hanya sekadar hewan peliharaan, Jack digaji 20 sen per hari dan diberi setengah pint bir setiap minggu.
Ceritanya dimulai dengan James “Jumper” Wide, seorang pemberi sinyal kereta api yang kehilangan kedua kakinya dalam kecelakaan kerja. Setelah kejadian itu, James membeli seekor babon dan melatihnya untuk membantu tugas sehari-hari, mulai dari mendorong kursi roda hingga mengoperasikan sistem sinyal kereta api.
Yang mengejutkan?
Jack tidak pernah membuat satu pun kesalahan selama sembilan tahun masa kerjanya! Dengan pengawasan dan pelatihan penuh dari James, Jack memahami kode sinyal dan waktu pengoperasiannya dengan ketepatan luar biasa.
Cerita Jack menyebar luas, membuatnya terkenal di kalangan masyarakat dan bahkan diakui secara resmi oleh otoritas kereta api. Dia bahkan mendapat kartu pekerja tetap!
Saat Jack meninggal pada tahun 1890, tengkoraknya disimpan di Museum Albany, Grahamstown, sebagai penghargaan atas kontribusi uniknya.
Kisah Jack bukan hanya lucu atau aneh ini potret nyata kolaborasi luar biasa antara manusia dan hewan, serta contoh menakjubkan dari kecerdasan hewan dalam situasi dunia nyata.
———————
*Referensi:
Sumber Albany Museum, South African Railway Archives
SC misteriologi
*Sonny H. Sayangbati*

