T-SHIRT (Kaos Oblong) Pertama Kali Dibuat Khusus Untuk Para Bujangan (Jomblo) Yang Tidak Bisa Menjahit Dan Mengganti Kancing Baju

Jakarta, PUBLIKASI – T-Shirt yang sekarang jadi andalan fashion kasual ternyata punya sejarah unik yang jarang diketahui! Kaos ini pertama kali dipasarkan pada tahun 1904 oleh sebuah perusahaan pakaian dalam bernama Cooper Underwear Company di Amerika Serikat. Waktu itu, T-Shirt dijual dengan nama “kaos bujangan”, karena dirancang khusus untuk pria lajang yang belum bisa menjahit atau mengganti kancing baju. Simpel, praktis, tinggal pakai!

Namun, asal-usul T-Shirt sebenarnya berakar dari pakaian dalam bernama “union suit”, yang dipatenkan pada tahun 1868 di New York. Pakaian ini awalnya berbentuk one-piece panjang, lalu banyak pekerja mulai memotong bagian bawahnya agar lebih adem saat musim panas—lahirlah potongan T-shirt seperti yang kita kenal sekarang.

Nama “T-shirt” sendiri baru populer sekitar tahun 1920, pertama kali muncul di kamus Merriam-Webster, dan juga digunakan oleh penulis terkenal F. Scott Fitzgerald dalam novelnya This Side of Paradise. Disebut “T-shirt” karena bentuknya menyerupai huruf “T”.

Tahun 1930-an, kaos ini lebih dikenal dengan sebutan “skivvies” atau “jimshirts” dan lebih sering dianggap sebagai pakaian dalam, bukan pakaian luar. Kaos mulai digunakan secara luas oleh tentara Angkatan Laut Amerika pada awal abad ke-20, terutama saat perang melawan Spanyol, sebagai pakaian dalam seragam militer.

Menariknya, T-Shirt baru dianggap sebagai bagian dari gaya hidup dan fashion pada pertengahan abad ke-20, ketika para aktor Hollywood seperti Marlon Brando dan James Dean mengenakannya dalam film. Sejak saat itu, T-shirt berubah status dari “kaos dalam bujangan” menjadi simbol gaya yang tak lekang oleh zaman!

*Disadur Oleh : Sonny H. Sayangbati dari ILMU PENGETAHUAN UMUM/Group FB*

Leave a Comment!