Presiden Tunisia Kais Saied Diminta Mundur

Tunis, PUBLIKASI – Tercatat ribuan orang menggelar aksi protes di Tunis, kemren (26/9) untuk menuntut Presiden Tunisia Kais Saied mundur. Saied telah mengesampingkan sebagian besar konstitusi 2014, dengan memecat perdana menteri, menangguhkan parlemen, dan mengambil alih otoritas eksekutif.

“Rakyat menginginkan keruntuhan kudeta,” teriak para pengunjuk rasa di sepanjang Jalan Habib Bourguiba, “Mundur, mundur, mundur,” ujar para pengunjuk rasa, dilansir Middle East Eye, Senin (27/9).

Krisis politik telah membahayakan demokrasi yang dimenangkan Tunisia dalam revolusi 2011 yang memicu Arab Spring. Krisis juga telah memperlambat upaya untuk mengatasi ancaman mendesak terhadap keuangan publik, yang mengkhawatirkan para investor.

Nadia Ben Salem, seorang pengunjuk rasa mengatakan kepada Reuters, dia telah melakukan perjalanan sejauh 500 km untuk ikut dalam aksi protes. Dia ingin mengekspresikan kemarahannya terhadap pemerintah melalui aksi protes tersebut.

“Kami akan melindungi demokrasi, konstitusi adalah garis merah,” kata Salem sambil menunjukkan salinan konstitusi.

Krisis politik telah membahayakan demokrasi yang dimenangkan Tunisia dalam revolusi 2011 yang memicu Arab Spring. Krisis juga telah memperlambat upaya untuk mengatasi ancaman mendesak terhadap keuangan publik, yang mengkhawatirkan para investor. *Ristia

Leave a Comment!