Lamhot Sinaga Apresiasi dan Pertanyakan Mandeknya Proyek SGAR

Jakarta, PUBLIKASI – Dalam upaya peningkatan konservasi Danau Toba di Sumatera Utara yang lebih baik, anggota Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengapresiasi gerakan yang dilakukan Mining Industry Indonesia (MIND ID), khususnya PT Inalum.

Lamhot Sinaga juga mengapresiasi peran Komisaris Utama MIND ID Doni Monardo dan Komisaris PT Inalum/MIND ID Martuani Sormin yang intens mendorong konservasi Danau Toba.

Hal itu disebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso beserta Direksi MIND ID di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.

Akan tetapi Politisi Partai Golkar itu menyoroti juga permasalahan mandeknya proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Menpawah di Kalimantan Barat.

Menurutnya lagi, Jantungnya PT Inalum adalah Danau Toba, “Tapi kemudian saya melihat (upaya konservasi) belum merata,” katanya.

“Walaupun ada penunjukkan positif dalam hal konservasi, tapi saran saya dilakukan yang secara merata di seluruh kawasan Danau Toba karena ini menjadi jantungnya Inalum,” ujar Lamhot pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI tersebut.

Seperti disebut sebelumnya, Politisi Partai Golkar itu menyoroti permasalahan mandeknya proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Menpawah di Kalimantan Barat akibat sengketa antara PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dengan BUMN asal China, China Aluminium International Engineering Corporation Ltd (Chalieco).

Lamhot menjelaskan bahwa sampai hari ini sudah sebulan lebih (setelah rampungnya mediasi PTPP dengan dengan Chalieco pada akhir Oktober 2022), kenyataannya tidak ada langkah-langkah penyelesaian, apakah determinasi atau tidak. Kita habis waktu.

Menurutnya, permasalahan ini berkepanjangan tanpa ada penyelesaian. Ia mengingatkan, rapat Komisi VII DPR RI pada Maret 2022 lalu, jika permasalahan antara PTPP dengan Chalieco tidak diselesaikan, diputuskan untuk determinasi.

“Kalau kita menyadari karena yang paling parah, SGAR Mempawah (yang dimiliki PT Borneo Alumina Indonesia/BAI) ini sudah keluar dari PSN (Proyek Strategis Nasional). Nah, dengan dikeluarkannya (SGAR Mempawah) dari PSN, apakah yang bertanggung jawab MIND ID ataukah direksinya BAI?” tanya Lamhot dalam paparannya.

Harus ada pihak yang memikul tanggung jawab setelah proyek SGAR, tegas Lamhot, “Jangan kita biarkan. Ini masalah serius. Seingat saya direksi BAI diganti semua. Sampai hari ini belum ada direksi yang definitif. (*/Red)

Leave a Comment!