1). *Surat Dari Rumah*
Selembar surat yang tertulis dalam kertas putih, tertulis dengan tinta biru, ditulis olehmu dengan huruf miring, aku terima seminggu kemudian, saat aku di Pontianak
Dua kali kamu menulis surat rindumu, selanjutnya kita tenggelam dalam liku-liku kehidupan, surat itu tertulis dan tersimpan dalam sebuah kamus, sebuah buku bagian darimu, kukenang
*2). Satu Pintu*
Setiap hari aku melewatinya,
sebuah rumah tanpa jendela,
tanpa lubang agin,
hanya satu pintu,
seseorang keluar dan masuk.
*3). Jalan Seorang Lelaki*
Seorang lelaki menentukan langkahnya,
memilih jalan yang harus ditempuh,
menuju cahaya terang,
tanpa mengeluh dan lelah,
karena cinta-Nya
*4). Kekasihku*
Dia seperti angin sepoi-sepoi,
meniup dalam bisikan rindu,
selalu manja,
wajahnya memandang rembulan,
di dada kekasih hati
*5). Engkau Akan Tahu Birunya Laut (Stanza)*
Menangislah dengan kencang kekasihku,
deras air matamu seperti sungai mengalir,
bilur-bilur lukamu akan sembuh,
kesedihan membuatmu setangguh batu karang,
janganlah berpaling lagi ke hulu sungai,
mengalirlah ke lautan maha luas,
engkau akan tahu birunya laut,
dan dalamnya cinta.
*© Jack Phenomenon*

