Setiap hari Minggu aku selalu membuka pintu almari itu, merapikan isinya dan membuka kotak laci di tengah almari untuk memeriksanya di situ, selalu saja aku melihatnya dengan tetesan air mata, semua isinya masih seperti dulu, rapih dan bau kanper serta gantungan baju yang berjajar
Suatu hari libur aku mencuci pakaian dan merapikan rumah agar terjaga, teratur penuh kehangatan dan canda tawa riang, di sudut ruangan tempat televisi itu berada, dia selalu menonton kesukaannya Premier League
Seperti orang Inggris layaknya yang lebih mencintai bola daripada kekasih, baginya aku ini hanya selimut malam yang dipakai jika hawa dingin menyerang tubuh, dahulu penuh kehangatan lebih dari selimut, dan dia benar-benar-benar melarikan diri dengan si gadis blonde begundal itu pergi ke London
Tinggal aku sendiri, di rumahku, menjadi ratu tanpa raja, tak terasa air mata ini menetes dalam keheningan malam, menatap rembulan yang sembab tanpa sinar, aku luluh, hatiku hancur sia-sia, ah… aku ingin menulis puisi, puisiku adalah kesedihan, kerajaan air mata
21-05-2013 *©Jack Phenomenon*/ SHS

